Bab 1: Pertemuan yang Membakar
Di bawah cahaya rembulan yang redup di hutan belantara dekat desa kecil, Zetian, pahlawan legendaris dari Mobile Legends, berdiri dengan anggun di tepi jurang. Tubuhnya yang ramping terbalut armor ketat berwarna perak, menonjolkan lekuk tubuhnya yang memikat. Matanya yang tajam menatap ke kejauhan, namun ada kerinduan yang terpendam di balik sorot matanya. Dia bukan hanya pejuang tangguh, tetapi juga wanita dengan hasrat yang tak biasa—kondisi unik tubuhnya membuatnya hanya bisa merasakan kenikmatan dan memenuhi keinginan terdalamnya melalui jalur yang tak lazim.
Di sisi lain jurang, seorang pria misterius bernama Ardan muncul dari bayang-bayang. Tubuhnya tinggi tegap, dengan otot-otot yang terlihat jelas di balik pakaian kulit hitamnya. Dia adalah pemburu bayaran yang terkenal kejam, namun ada daya tarik liar di senyumnya yang membuat jantung berdebar.
'Jadi, kau Zetian yang terkenal itu,' ujar Ardan, suaranya dalam dan menggoda, sambil melangkah mendekat. 'Aku dengar kau tak takut pada apa pun. Tapi aku penasaran, apa yang bisa membuat pahlawan sepertimu gemetar?'
Zetian menyeringai, pedangnya berkilau di sisi pinggangnya. 'Aku tidak gemetar untuk siapa pun, pemburu. Tapi kalau kau pikir kau bisa main-main denganku, cobalah. Aku suka tantangan.'
Ardan tertawa kecil, matanya menelusuri tubuh Zetian dengan tatapan lapar. 'Oh, aku bukan tipe yang suka main-main, sayang. Aku dengar kau punya... cara khusus untuk bersenang-senang. Aku suka yang tidak biasa.'
Wajah Zetian memerah sedikit, tapi dia tidak mundur. Dia melangkah maju, jarak di antara mereka semakin dekat hingga aroma maskulin Ardan memenuhi indranya. 'Kau tahu banyak, ya? Tapi bicara saja tidak cukup. Tunjukkan padaku apa yang kau punya, atau aku akan membuatmu menyesal mendekatiku.'
Ardan menyeringai, tangannya meraih pinggang Zetian dengan percaya diri. 'Aku bukan tipe yang mundur dari perang, apalagi dari wanita sepertimu. Katakan padaku, Zetian, apa yang kau inginkan malam ini?'
Zetian menatap matanya dengan penuh gairah, napasnya mulai berat. 'Aku ingin semuanya. Aku ingin merasakan panasnya, dalamnya, sampai aku tak bisa berpikir lagi. Tapi ingat, aku yang memegang kendali. Kau hanya alatku malam ini.'
Senyum Ardan semakin lebar, tangannya meluncur ke bawah, merasakan lekuk tubuh Zetian yang tegas. 'Aku suka wanita yang tahu apa yang dia mau. Ayo, pahlawan, tunjukkan padaku medan perangmu yang sebenarnya.'
Mereka berdua saling menatap, api hasrat menyala di antara mereka. Zetian mendorong Ardan ke dinding batu terdekat, tangannya merobek pakaian kulitnya dengan tidak sabar. Tubuh Ardan yang keras terpampang di depannya, dan dia bisa merasakan panas yang memancar darinya. Jantungnya berdebar, tubuhnya sudah mulai sweating dengan antisipasi. Dia tahu malam ini akan menjadi pertempuran yang berbeda—pertempuran hasrat di mana dia akan mengambil semua yang dia inginkan melalui jalur yang hanya dia pahami. Ardan, dengan tatapan horny yang tak bisa disembunyikan, siap untuk memberikan apa yang Zetian butuhkan, dan malam itu baru saja dimulai.
Want to know how it ends?
This is just the opening chapter. Continue the saga — or write a steamy tale starring you.