Bab 1: Sentuhan Pertama yang Membakar
Casey berdiri di sudut ruangan yang remang, matanya terpaku pada sosok Orquidea yang berlutut di hadapannya, bibir pria itu melingkupi dirinya dengan keahlian yang membuat napasnya tersengal, dan setiap inci tubuhnya bergetar dalam gelombang panas yang tak bisa ia kendalikan, sementara pinggulnya secara naluriah bergoyang maju mundur, menyamakan irama dengan gerakan bibir Orquidea yang begitu lihai menstimulasi batangnya yang kini membengkak keras, urat-urat di sepanjang pangkalnya menonjol tanpa malu-malu, dan kulit yang melapisi daging tak bertulang itu terasa semakin tebal, membuatnya tenggelam dalam pusaran hasrat yang menghapus logika dari benaknya.
Ia merasakan ereksinya bertahan lama, begitu kuat dan penuh, seolah tak ada habisnya, sementara lubang di belakang bokongnya terasa basah, cairan hangat mengalir perlahan dari sana, tanda tubuhnya yang begitu terbakar oleh keinginan, dan setiap sentuhan Orquidea terasa seperti afrodisiak yang membiusnya, membuatnya tak lagi tahu di mana batas antara ketegangan dan kepasrahan, hanya ada rasa lapar yang terus menggerogoti, ingin lebih, ingin semua, sementara kakinya dengan penuh inisiatif menurunkan celana dalam Orquidea, jemarinya yang gemetar mencari dan akhirnya menggosok batang pria itu dengan gerakan yang penuh tekanan, seolah ingin membalas setiap kenikmatan yang diberikan padanya.
‘Kau terlalu lihai, Orquidea, sialan, aku bisa gila kalau kau terus begini,’ desis Casey dengan suara parau, napasnya terengah-engah, keringat mulai menetes di dahinya, sementara matanya yang setengah terpejam menangkap senyum kecil di sudut bibir Orquidea yang masih sibuk dengan ‘pekerjaannya’, dan jawaban pria itu datang dengan nada menggoda, ‘Gila? Aku belum mulai, Casey, tunggu sampai aku benar-benar membuatmu kehilangan akal,’ dan kalimat itu seperti percikan bensin di atas api, membuat tubuh Casey semakin panas, jantungnya berdebar kencang, dan ia tahu ini baru permulaan.
‘Jangan main-main, aku bukan anak kecil yang bisa kau goda sesuka hati,’ balas Casey dengan nada tajam, tapi suaranya gemetar penuh hasrat, tangannya kini semakin agresif menggosok batang Orquidea yang terasa keras di genggamannya, sementara bibir pria itu terus bekerja tanpa ampun, membuatnya merasa pussy-nya yang tak nyata terasa basah dan dripping dengan keinginan, dan ia tahu, jika ini terus berlanjut, ia akan segera kehilangan kendali sepenuhnya, tubuhnya sweating dan panting, horny hingga ke tulang-tulangnya.
‘Aku tidak bermain, Casey, aku serius ingin melihatmu hancur di tanganku,’ ujar Orquidea dengan nada rendah yang penuh ancaman sensual, dan saat itu juga, Casey merasa puncaknya semakin dekat, setiap inci tubuhnya berteriak untuk pelepasan, dan ia tahu, malam ini akan menjadi malam yang tak akan pernah ia lupakan, di mana hasrat mereka akan meledak dalam gelombang panas yang tak terbendung.
Want to know how it ends?
This is just the opening chapter. Continue the saga — or write a steamy tale starring you.